Every Livin' Things have their Own World

selamat bergabung.............

Kamis, 21 Oktober 2010

RAM

SD-RAM kepanjangan dari Synchronous Dynamic Random Access Memory (disingkat menjadi SDRAM memori secara acak (bahasa inggris : Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan. Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic. Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM. Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Selain itu juga ada produsen tingkat atas RAM :

infineon
Infineon Technologies AG NYSE: IFX adalah sebuah perusahaan jerman yang bergerak di bidang semikonduktor didirikan pada April 1999, ketika operasi perusahaan induknya, siemens AG, dipecah untuk membentuk perusahaan baru. Sekarang ini, Infineon memiliki sekitar 36.000 pekerja di seluruh dunia, dengan 7.200 diantaranya terlibat dalam riset dan pengembangan . Pada tahun fiskal 2004, perusahaan ini mencapai penjualan 7,19 milyar euro dan mengkonsolidasi surplus sebesar 61 juta euro. nfineon Technologies AG menawarkan semikonduktor dan penyelesaian sistem untuk otomotif, industri, dan sektor multi pasar, untuk aplikasi dalam bidang komunikasi, dan juga produk memori. Dengan keberadaan globalnya, Infineon beroperasi melalui anak perusahaannya di Amerika di san jose, california di Asia-Pasifik di singapura dan di tokyo, jepang.

RAM

SD-RAM kepanjangan dari Synchronous Dynamic Random Access Memory (disingkat menjadi SDRAM memori secara acak (bahasa inggris : Random access memory, RAM) adalah sebuah tipe penyimpanan komputer yang isinya dapat diakses dalam waktu yang tetap tidak memperdulikan letak data tersebut dalam memori. Ini berlawanan dengan alat memori urut, seperti tape magnetik disk dan drum, di mana gerakan mekanikal dari media penyimpanan memaksa komputer untuk mengakses data secara berurutan. Pertama kali dikenal pada tahun 60'an. Hanya saja saat itu memori semikonduktor belumlah populer karena harganya yang sangat mahal. Saat itu lebih lazim untuk menggunakan memori utama magnetic. Perusahaan semikonduktor seperti Intel memulai debutnya dengan memproduksi RAM , lebih tepatnya jenis DRAM. Biasanya RAM dapat ditulis dan dibaca, berlawanan dengan (read-only-memory, ROM), RAM biasanya digunakan untuk penyimpanan (memori utama) dalam komputer untuk digunakan dan mengubah informasi secara aktif, meskipun beberapa alat menggunakan beberapa jenis RAM untuk menyediakan penyimpanan sekunder jangka-panjang.
Tetapi ada juga yang berpendapat bahwa ROM merupakan jenis lain dari RAM, karena sifatnya yang sebenarnya juga Random Access seperti halnya SRAM ataupun DRAM. Hanya saja memang proses penulisan pada ROM membutuhkan proses khusus yang tidak semudah dan fleksibel seperti halnya pada SRAM atau DRAM. Selain itu beberapa bagian dari space addres RAM ( memori utama ) dari sebuah sistem yang dipetakan kedalam satu atau dua chip ROM.

Selain itu juga ada produsen tingkat atas RAM :

infineon
Infineon Technologies AG NYSE: IFX adalah sebuah perusahaan jerman yang bergerak di bidang semikonduktor didirikan pada April 1999, ketika operasi perusahaan induknya, siemens AG, dipecah untuk membentuk perusahaan baru. Sekarang ini, Infineon memiliki sekitar 36.000 pekerja di seluruh dunia, dengan 7.200 diantaranya terlibat dalam riset dan pengembangan . Pada tahun fiskal 2004, perusahaan ini mencapai penjualan 7,19 milyar euro dan mengkonsolidasi surplus sebesar 61 juta euro. nfineon Technologies AG menawarkan semikonduktor dan penyelesaian sistem untuk otomotif, industri, dan sektor multi pasar, untuk aplikasi dalam bidang komunikasi, dan juga produk memori. Dengan keberadaan globalnya, Infineon beroperasi melalui anak perusahaannya di Amerika di san jose, california di Asia-Pasifik di singapura dan di tokyo, jepang.

TUGAS 2

KONFLIK ANTAR INDIVIDU DENGAN KELOMPOK
Manusia merupakan makhluk tuhan yang paling sempurna. Karena kita dibekali akal fikiran yang sempurna pula. Setiap manusia memiliki masalahnnya sendiri-sendiri, karena pemasalahan sudah menjadi asam garam dalam kehidupan kita. Permasalahan yang sering timbul itu di akibatkan karen adannya konflik, baik itu konflik antar individu, individu dengan kelompok, individu dengan organisasi masyarakat, dan masih banyak lagi jenis konflik lainnya. Lalu bagaimana kah kita cara menghadapi setiap konflik yang ada? Bagaimana kah solusinnya?? pertama-tama kita harus mengetahui terlbihdahulu apa itu konflik?

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

Sekarang saya akan membahas mengenai konflik antar individu dengan kelompok. Saya pernah mempunyai seorang kawan sekelas saya. Mungkin memang sudah settingan kepribadian dia seperti itu mungkin ya, yang sepertinnya aga kurang dapat diterima saya dan kawan-kawan sekelas saya. Pendapat saya apabila menanggapi tentang masalh ini sebenarnnya masalahnnya abstrak. Saya dan kawan-kawan sekelas saya hanya kurang suka dengan keberadaan atau kepribadian nnya di dalam kelas karena menurut saya itu berlebihan. Tingkah lakunnya di kelas kian hari kian membuat kami semua jengkel akan perbuatannya yang terkesan so tahu dan pengatur. Lama kelamaan secara tidak disengaja juga kawan-kawan saya sekelas pun merasakkan apa yang saya rasakkan ketidaksukaan akan sikapnnya yang sedikit menganggu sekali.

Suatu ketika ketika kami berada di dalam kelas ya kita sebut saja kawan saya yang bermasalah itu bernama yanto. Suatu hari ia mengajukkan pendapatnnya mengenai sesuatu di hadapan dosen, dan teman saya pun berbicara spontan kepada si yanto, yang membuat si yanto kecewa dan tersinggung atas ucapannya, sehingga kawan-kawan saya sempat mengajak si yanto untuk berkelahi karena kita semua memang sudah benar-benar jengkel dengan sifat dan sikapnnya. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana apabila saya berada diposisi dia yang memiliki sebuah konflik dengan kelompok kelas saya yang jumlahnnya tidak sedikit. Nauzubilahiminzzalik.

Akhirnnya suatu hari saya bertannya kepada dia, apakah selama ini ia merasa bahwa ia di musuhi oleh teman-teman sekelas saya. Dia jawab tidak. Lalu saya sempat membantu menyelesaikan masalhnnya dengan kawan-kawan sekelas saya dengan cara berembuk.selama menyelesaikan masalah timbul pula beberapa ketegangan yang naik dan surut. Awalnnya kami sempat bersitegang untuk sesaat namun, setelah mencapai beberapa kesepakatan dan si yanto meminta maaf atas sikap dan sifatnnya selama ini. Kami putuskan untuk menghiraukan segala tingkah laku yang berkaitan dengannya. Karena saya rasa keputusan kampus yang paling tepat untuk tidak memasukkan dia dikelas saya lagi. Amin. Karena saya tidak sanggup jika harus satu kelas bersama dia yang kemungkinan nantinnya akan menimbulkan konflik baru.
Begitulah sekilas mengenai konflik yang kawan saya pernah saya alami dengan kelompok kelas saya.

Kamis, 30 September 2010

Pro Dan Kontra Keorganisasian di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang menganut kedemokrasian yang dimana rakyat memiliki kekuasaan penuh dalam menentukan jalannya pemerintahan. Di jaman reformasi sekarang ini banyak bermunculan partai- partai baru dan organisasi –organisasi baru. Kebanyakan perkumpulan atau perserikatan –perserikatan di Indonesia memiliki tujuan yang sama, yaitu ingin mensejahterakan bangsa Indonesia. Namun tiap organisasi memiliki cara yang berbeda beda dalam melaksanakan program kerjannya masing- masing. Sekarang Indonesia sudah merasa bebas untuk berekspressi dibandingkan dengan saat jaman reformasi dahulu yang segala sesuatunnya masih sangat di awasi oleh pemerintah.

Sekarang kepemerintahan sudah membebaskan rakyat untuk membentuk sebuah organisasi kemasyarakatan atau instansi yang berhubungan dengan kepentingan masyarakatnnya. Banyak masyarakat yang pro dan juga kontra atas beberapa instansi atau organisasi tertentu. Sekarang saya akan membahas mengenai beberapa organisasi yang menuai pro dan kontra masyarakat. Contohnnya saja FPI (front pembela islam), FPI merupakan sebuah organisasi yang bergerak di bidang keagamaan khususnnya agam islam. Saya setuju dengan dibentuknnya organisasi ini karena dengan adannya FPI masyarakat muslim di Indonesia menjadi lebih kuat rasa persaudaraannya karena kita saling membantu satu sama lain. Nah yang terkadang menjadi kontra dikalangan masyarakat di televisi-televisi adalah terkadang mereka selalu betindak cenderung keras dan merusak sarana – sarana umum jika sedang melakukan sebuah inspeksi. Menurut saya semuannya mungkin dapat dibicarakan dulu dengan kepala dingin untuk menyelesaikan permasalahnnya.
Selain itu juga masih banyak organisasi – organisasi lainnya yang terkadang bisa menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat.

Minggu, 26 September 2010

Organisasi - Organisasi Pertama di Indonesia

Berbicara soal Organisasi, Idonesia juga memiliki banyak organisasi kepemudaan pada awal reformasi. Munculnnya organisasi - organisasi kepemudaan pada zaman reformasi didesak oleh keadaan negara Indonesia yang ingin cepat merdeka. Berikut beberapa Organisasi kepemudaan pada zaman reformasi.

Berikut data - data yang saya dapatkan dari sumber lainnya.

1. Boedi Oetomo

Budi Utomo berdiri pada tahun 1908 yang pada awal mula berdirinya merupakan organisasi pelajar yang ruang lingkupnya masih kedaerahan, namun pada perkembangannya berubah menjadi organisasi perkumpulan pemuda nasional.

Budi Utomo lahir dari inspirasi yang dikemukakan oleh Wahidin Soediro Husodo disaat beliau sedang berkeliling ke setiap sekolah untuk menyebarkan beasiswa, salah satunya STOVIA. Sejak saat itu, mahasiswa STOVIA mulai terbuka pikirannya dan mereka mulai mengadakan pertemuan-pertemuan dan diskusi yang sering dilakukan di perpustakaan STOVIA oleh beberapa mahasiswa, antara lain Soetomo, Goenawan Mangoenkoesoemo, Goembrek, Saleh, dan Soeleman. Mereka memikirkan nasib bangsa yang sangat buruk dan selalu dianggap bodoh dan tidak bermartabat oleh bangsa lain (Belanda), serta bagaimana cara memperbaiki keadaan yang amat buruk dan tidak adil itu. Para pejabat pangreh praja (sekarang pamong praja) kebanyakan hanya memikirkan kepentingan sendiri dan jabatan. Dalam praktik mereka pun tampak menindas rakyat dan bangsa sendiri, misalnya dengan menarik pajak sebanyak-banyaknya untuk menyenangkan hati atasan dan para penguasa Belanda.

Para pemuda mahasiswa itu juga menyadari bahwa mereka membutuhkan sebuah organisasi untuk mewadahi mereka, seperti halnya golongan-golongan lain yang mendirikan perkumpulan hanya untuk golongan mereka seperti Tionh Hwa Hwee Kwan untuk orang Tionghoa dan Indische Bond untuk orang Indo-Belanda. Pemerintah Hindia Belanda jelas juga tidak bisa diharapkan mau menolong dan memperbaiki nasib rakyat kecil kaum Pribumi, bahkan sebaliknya, merekalah yang selama ini menyengsarakan kaum pribumi dengan mengeluarkan peraturan-peraturan yang sangat merugikan rakyat kecil.

Para pemuda itu akhirnya berkesimpulan bahwa merekalah yang harus mengambil prakarsa menolong rakyatnya sendiri. Pada waktu itulah muncul gagasan Soetomo untuk mendirikan sebuah perkumpulan yang akan mempersatukan semua orang Jawa, Sunda, dan Madura yang diharapkan bisa dan bersedia memikirkan serta memperbaiki nasib bangsanya. Perkumpulan ini tidak bersifat eksklusif tetapi terbuka untuk siapa saja tanpa melihat kedudukan, kekayaan, atau pendidikannya.

Pada awalnya, para pemuda itu berjuang untuk penduduk yang tinggal di Pulau Jawa dan Madura, yang untuk mudahnya disebut saja suku bangsa Jawa. Mereka mengakui bahwa mereka belum mengetahui nasib, aspirasi, dan keinginan suku-suku bangsa lain di luar Pulau Jawa, terutama Sumatera, Sulawesi, dan Maluku. Apa yang diketahui adalah bahwa Belanda menguasai suatu wilayah yang disebut Hindia (Timur) Belanda (Nederlandsch Oost-Indie), tetapi sejarah penjajahan dan nasib suku-suku bangsa yang ada di wilayah itu bermacam-macam, begitu pula kebudayaannya. Dengan demikian, sekali lagi pada awalnya Budi Utomo memang memusatkan perhatiannya pada penduduk yang mendiami Pulau Jawa dan Madura saja karena, menurut anggapan para pemuda itu, penduduk Pulau Jawa dan Madura terikat oleh kebudayaan yang sama.

2. Tri Koro Dharmo

Trikoro Dharmo adalah sebuah perkumpulan pemuda yang berasal dari Jawa pada tahun 1915 di gedung kebangkitan nasional. Organisasi ini kemudian mengubah nama menjadi Jong Jawa pada kongres di Solo. Arti definisi / pengertian dari tri koro dharmo adalah Tiga Tujuan Mulia. Para pelajar Jawa waktu itu diwajibkan mengenakan jarik (kain) dan udheng (ikat kepala). Di atas udheng itu dikena-kan topi berlambang kedokteran. Suatu pemandangan yang menggelikan, karenanya calon-calon dokter yang biasanya berasal dari kalangan priyayi itu dicemoohkan orang sebagai "kondektur trem". Satiman berjuang agar para pelajar dapat mengenakan "pakaian bebas". Dalam praktek itu berarti hak untuk berpakaian sebagai orang Barat. Sesudah lama dipertim-bangkan, akhirnya direktur STOVIA memutuskan untuk meluluskan permohonan itu, terutama karena ternyata pakaian Barat agak lebih murah daripada pakaian Jawa. Dengan sendirinya waktu itulah kaum elit yang baru muncul dan berpendidikan baik itu di masa studi dan sesudahnya mulai membedakan diri secara lahiriah dari orang-orang setanah airnya dengan menggunakan gaya pakaian si penjajah. Para pelajar STOVIA itu adalah orang-orang yang sadar akan kelas dan statusnya, dan antara sesamanya mereka berbicara Belanda. Ini tidak berarti bahwa rnereka mencampakkan budaya Jawa. Satiman justru ingin menghidupkan kembali budaya itu. Tang-gal 7 Maret 1915 bersama dengan Kadarman dan Soenardi ia mendirikan Tri Koro Dharmo (Tiga Tujuan Mulia) yang men­jadi pendahulu Jong Java. Yang menjadi anggota pertamanya adalah lima puluh pelajar STOVIA, Kweekschool (Sekolah Guru) Gunung Sari (Weltevreden), dan Koningin Wilhelmina School (KWS).

3. Jong Sumatra Bond (Persatuan Pemuda Sumatra)

Organisasi oni berdiri pada tahun 1917 yang memiliki tujuan untuk mempererat hubungan antar pelajar yang berasal dari sumatera. Beberapa toko terkenal dari organisasi ini yaitu seperti M. Hatta dsan M. Yamin. Kelahiran JSB pada mulanya banyak diragukan orang. Salah satu diantaranya ialah redaktur surat kabar Tjaja Sumatra, Said Ali, yang mengatakan bahwa Sumatra belum matang bagi sebuah politik dan umum. Tanpa menghiraukan suara-suara miring itu, anak-anak Sumatra tetap mendirikan perkumpulan sendiri. Kaum tua di Minangkabau menentang pergerakan yang dimotori oleh kaum muda ini. Mereka menganggap gerakan modern JSB sebagai ancaman bagi adat Minang. Aktivis JSB, Bahder Djohan menyorot perbedaan persepsi antara dua generasi ini pada edisi perdana Jong Sumatra.

4. Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia

Organisasi yang satu ini berdiri pada tahun 1925 yang diprakarsa oleh mahasiswa Jakarta dan Bandung dengan tujuan untuk Kemerdekaan Indonesia.

5. Jong Indonesia

Perkumpulan pemuda dan pemudi ini didirikan pada tahun 1927 di Bandung di mana kemudian organisasi ini diubah menjadi Pemuda Indonesia untuk yang berjenis kelamin laki-laki dan Putri Indonesia bagi yang perempuan. Pemuda Indonesia membuat kongres di mana pada kongres yang kedua menghasilkan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

6. Indonesia Muda

Indonesia Muda adalah organisasi nasional yang lahir karena dorongan Sumpah Pemuda pada tahun 1930 sebagai peleburan banyak organisasi pemuda daerah / lokal.

7. Organisasi Perkumpulan Daerah

Setelah muncul jong jawa dan jong sumatra bond, maka bermunculanlah organisasi lokal kedaerahan lain seperti jong celebes, jong ambon, jong minahasa, dan lain sebagainya.


Nahhh banyak bukan organisasi-organisasi di Indonesia. Jika kita dapat memahami dari beberapa organisasi yang ada, saya yakin suatu saat kita pun pasti dapat menciptakan organisasi kepemudaan di era yang baru ini demi terbentuknnya kesejahteraan di Indonesia.

Sabtu, 25 September 2010

TUGAS 1

BUDAYA BERORGANISASI

Manusia merupakan makhluk sosial yang dapat hidup saling berdampingan satu sama lainnya. Kehidupan bermasyarakat sangatlah berpengaruh dalam pengembangan diri mengenai kehidupan berorganisasi. Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak kebudayaan satu sama lainnya. Kehidupan berorganisasi sudah seharusnnya dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari. Biasannya orang yang memiliki jiwa berorganisasi dapat mudah diterima dimana saja. Definisi organisasi,kurang lebih ya kaya gini, terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok sama satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya , sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi.

Jika kita berbicara mengenai organisasi dan Indonesia. Bagaikan meminum teh hangat ditemani dengan kudapannnya. Organisasi sudah merupakan bagian dari jati diri bangsa karena indonesia merupakan negara hukum yang berlandaskan pada asas demokrasi. Berbicara soal demokrasi pasti tidak jauh dari organisasi. Awal mula terciptannya demokrasi bermula dari cara hidup masyarakat indonesia yang terbiasa hidup berorganisasi. Contohnnya saja ditiap wilayah, pasti terdapat sebuah organisasi kecil seperti karang taruna, DKM, RT,RW, hingga ke tingkat yang lebih tinggi. Organisasi mahasiswa dapat kita gunakan sebagai langkah awal menuju kehidupan berorganisasi. Dalam berorganisasi kita di ajarkan untuk dapat berkumpul, berpendapat, dan beradaptasi. Biasannya ketika kita sudah terjun di dunia kerja dasar mengenai kehidupan berorganisasi sering dipertanyakan. Mengapa ? karena di dalam dunia kerja kita dituntut untuk dapat membaur dan bekerja secara team work.

Terkadang dalam suatu organisasi pasti terdapat sebuah permasalahan. Permasalahn dalam organisasi dapat timbul karena adannya perbedaan pendapat yang tidak menemukan titik pangkal. Nahhhhhh disinilah yang biasannya menjadi kendala mengapa setiap orang malas untuk berorganisasi. Mereka cenderung menutup dirinya sendiri karena tidak mau terlibat masalah yang terlalu kompleks dalam sebuah organisasi. Negara - negara maju memiliki metode - metode tersendiri dalam berorganisasi. Ada yg lebih cenderung bergerak dibidang ekonomi, sosial,maupun politik, bahkan militer pun ada. Organisasi internasional adalah suatu bentuk dari gabungan beberapa negara atau bentuk unit fungsi yang memiliki tujuan bersama mencapai persetujuan yang juga merupakan isi dari perjanjian atau charter. Contohnnya saja PBB.PBB merupakan salah satu bentuk keorganisasian dalam cakupan besar. Dibawah PBB terdapat organisasi yang setingkat lebih kecil dari PBB, yaitu ASEAN (Association Of South East Asia Nation). Selain itu Indonesia juga memiliki banyak instansi -instansi yang didalamnnya terdapat kehidupan keorganisasian. Maka dari itu Organisasi bisa di sebut juga sebagai sebuah kebudayaan, karena Organisasi dapat kita temui dimana saja dan sudah menjadi landasan bagi terbentuknnya sebuah kemasyarakatan.

Kamis, 22 April 2010

Lady GaGa in Bad Romance

its' a lil' bit bout Lady Gaga my favourite artist. She's one of the greatest artist in Us cuz she has her own fashion. Her shoes and her dress was very amazing and unique.
here i got some information about lady Gaga from some article's...

When Lady Gaga was a little girl, she would sing along on her mini plastic tape recorder to Michael Jackson and Cyndi Lauper hits and get twirled in the air in daddy’s arms to the sounds of the Rolling Stones and the Beatles. The precocious child would dance around the table at fancy Upper West Side restaurants using the breadsticks as a baton. And, she would innocently greet a new babysitter in nothing but her birthday suit. It’s no wonder that little girl from a good Italian New York family, turned into the exhibitionist, multi-talented singer-songwriter with a flair for theatrics that she is today: Lady Gaga. “I was always an entertainer.
I was a ham as a little girl and I’m a ham today,” says Lady Gaga, 23, who made a name for herself on the Lower East Side club scene with the infectious dance-pop party song “Beautiful Dirty Rich,” and wild, theatrical, and often tongue-in-cheek “shock art” performances where Gaga – who designs and makes many of her stage outfits — would strip down to her hand-crafted hot pants and bikini top, light cans of hairspray on fire, and strike a pose as a disco ball lowered from the ceiling to the orchestral sounds of A Clockwork Orange.

“I always loved rock and pop and theater. When I discovered Queen and David Bowie is when it really came together for me and I realized I could do all three,” says Gaga, who nicked her name from Queen’s song “Radio Gaga” and who cites rock star girlfriends, Peggy Bundy, and Donatella Versace as her fashion icons. “I look at those artists as icons in art. It’s not just about the music. It’s about the performance, the attitude, the look; it’s everything. And, that is where I live as an artist and that is what I want to accomplish.” That goal might seem lofty, but consider the artist: Gaga is the girl who at age 4 learned piano by ear. By age 13, she had written her first piano ballad. At 14, she played open mike nights at clubs such as New York’s the Bitter End by night and was teased for her quirky, eccentric style by her Convent of the Sacred Heart School (the Manhattan private school Nicky and Paris Hilton attended) classmates by day.


At age 17, she became was one of 20 kids in the world to get early admission to Tisch School of the Arts at NYU. Signed by her 20th birthday and writing songs for other artists (such as the Pussycat Dolls, and has been asked to write for a series of Interscope artists) before her debut album was even released, Lady Gaga has earned the right to reach for the sky.

“My goal as an artist is to funnel a pop record to a world in a very interesting way,” says Gaga, who wrote all of her lyrics, all of her melodies, and played most of the synth work on her album, The Fame (Streamline/KonLive/Cherrytree/Interscope). “I almost want to trick people into hanging with something that is really cool with a pop song. It’s almost like the spoonful of sugar and I’m the medicine.” On The Fame, it’s as if Gaga took two parts dance-pop, one part electro-pop, and one part rock with a splash of disco and burlesque and generously poured it into the figurative martini glasses of the world in an effort to get everyone drunk with her Fame. “The Fame is about how anyone can feel famous,” she explains. “Pop culture is art. It doesn’t make you cool to hate pop culture, so I embraced it and you hear it all over The Fame. But, it’s a sharable fame. I want to invite you all to the party. I want people to feel a part of this lifestyle.” The CD’s opener and first single, “Just Dance,” gets the dance floor rocking with it’s “fun, L.A., celebratory vibe.” As for the equally catchy, “Boys Boys Boys,” Gaga doesn’t mind wearing her influences on her sleeve. “I wanted to write the female version of Motley Crue’s ‘Girls Girls Girls,’ but with my own twist. I wanted to write a pop song that rockers would like.” “Beautiful Dirty Rich” sums up her time of self-discovery, living in the Lower East Side and dabbling in drugs and the party scene. “That time, and that song, was just me trying to figure things out,” says Gaga. “Once I grabbed the reigns of my artistry, I fell in love with that more than I did with the party life.” On first listen, “Paparazzi” might come off as a love song to cameras, and in all honestly, Gaga jokes “on one level it IS about wooing the paparazzi and wanting fame. But, it’s not to be taken completely seriously. It’s about everyone’s obsession with that idea. But, it’s also about wanting a guy to love you and the struggle of whether you can have success or love or both.” Gaga shows her passion for love songs on such softer tracks as the Queen-influenced “Brown Eyes” and the sweet kiss-off break-up song “Nothing I can Say (eh eh).” “‘Brown Eyes’ is the most vulnerable song on the album,” she explains. “‘Eh Eh’ is my simple pop song about finding someone new and breaking up with the old boyfriend.” For the new tour for this album, fans will be treated to a more polished version of what they saw (and loved) at her critically acclaimed Lollapalooza show in August 2007 and Winter Music Conference performance in March 2008. “This new show is the couture version of my handmade downtown performance of the past few years.

It’s more fine-tuned, but some of my favorite elements to my past shows – the disco balls, hot pants, sequin, and stilettos – will still be there. Just more fierce and more of a conceptual show with a vision for pop performance art.” It’s been a while since a new pop artist has made her way in the music industry the old-fashioned/grass roots way by paying her dues with seedy club gigs and self-promotion. This is one rising pop star who hasn’t been plucked from a model casting call, born into a famous family, won a reality TV singing contest, or emerged from a teen cable TV sitcom. “I did this the way you are supposed to. I played every club in New York City and I bombed in every club and then killed it in every club and I found myself as an artist. I learned how to survive as an artist, get real, and how to fail and then figure out who I was as singer and performer. And, I worked hard.” Gaga adds with a wink in her eye, “And, now, I’m just trying to change the world one sequin at a time.”